Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Mei 07, 2009

Puncak hari pertama

Senen, 23 Maret 2009.













Cisarua, jam 13.00, acara Pelatihan Up Dating Poster dan Leaflet akan dimulai
udara semakin dingin
tetapi peserta masih ada yang belum masuk ruangan
makan siang telah dilakukan, shalat dlhuhur di kamar sedangkan Yasin duduk nonton TV, ia akan mengerjakan shalat setelah selesai saya mengerjakan shalat.
Tiba-tiba suasana mendung di iringi gemuruh petir, sehingga Yasin tidak mau dikamar sendirian
Yasin hanya duduk di ruang lobby Villa Anggrek
hujan sudah menderas, tadi sewaktu berangkat dari kamar diberi payung dengan penjaga pintu unit apartemen
selama pelatihan menempati ruang an appartemen C dengan tiga teman yang lain dua dari Jakarta dan dua dari Jogjakarta
Tadi pagi berangkat dari rumah sekitar jam 06.15 terjebak macet di Mampir, didepan pabrik Samic
sebegitu banyaknya motor memenuhi jalanan yang rusak berlobang sana sini
sebab sepenggal jalan ini sudah banyak pabrik yang di bangun di kiri kanannya, sumber kemacetan ternyata jalan rusak didepan pertigaan yang menuju perumahan permata
Selepas itu jalanan lancar, setibanya di kecamatan Kelapa Nunggal mampir ke masjidnya
Yasin bertanya kenapa berhenti disini, Shalat dlhuha jawabku menjelaskan
Yasin berdiri disamping motor
ngak mau masuk ke Masjid
Perjalanan pagi ini mendapat empat kali keberuntungan
Yang pertama, saat kemacetan dipertigaan Nagrak yang menuju Marsedes
disitu mobil besar saling mengunci
dan ada jalanannya sempit dan motor bisa melewatinya, plusss motor melejit dan berlari meninggalkan mobil yang terkendala kemacetan

Peruntungan yang ke dua, adalah saat melewati lobang besar di depan pabrik Cibinong yang sisi kirinya ada got besar mengangah, lobang itu ngak saya perhatikan, tetapi motor melewati hanya 1 cm di sisinya, aduh... lobang itu sangat menusuk mata.

Keberuntungan yang ketiga, saat memasuki kota Bogor dari arah Cibinong, terdapat peringatan tanah longsor, rupanya turap penahan tebing jalan di sisi kiri longsor sepanjang 200 meter, tetapi macetnya jangan ditanya, untungnya motor masih bisa jalan, sehingga setelah melewati antrian mobil yang hendak lewat motor melenggang dengan tenang sebab kiri kanannya ngak ada kendaraan.

Keberuntungan ke empat saat motor tiba- tiba padam di depan sekolahan selepas RS Daerah Ciawi, motor mati dan dipinggirkan kemudian diengkol kembali dan mau hidup, langsung menuju ke pertigaan Ciawi.

Saat menjumpai jalan yang mendaki dan lurus yang menyatakan bahwa kawasan puncak sudah dekat, tempat orang bersitirahat, saat itulah saya ingatkan ke Yasin jikalau sudah memasuki wilayah kunjungan wisata Puncak.

Hotel Pramesti yang dulu pernah di tinggali selama dua siang dan tiga malam terlihat samar – samar dari sisi jembatan.

Moor melaju terus mah menunjkan kekuatanya, Saat melwati Cipayung Asri Yasin masih ingat jikalau ia pernah tinggal disana bersama Fifi dan Ibunya.

Motor mendaki terus dan memasuki kawasan Cisarua, saat itu terjadi keraguan sehingga saya harus mengerem kendaraan, sehingga saya putuskan untuk bertanya kepada seseorang di pinggir jalan, untuk menanyakan dimana letak Villa Anggrek, saat ia membaca undangan yang saya pegang dan disana terlampir peta lokasi, ia melihat kejauhan dan langsung menunjukan kearah belakangnya berarrti sudah dekat dari sisini pak, dan betul juga setelah diperhatikan dengan seksama terbaca Villa Anggrek dengan papan nama yang terlihat kusam.

Saat itu ada kendaraan yang memasuki jalan kecil, dan saya ikut menyebrang jalan untuk memasuki jalan kecil tersebut, perjalanan didalam gang yang hanya bisa dilewati satu kendaraan itu terasa mendaki, dan mendaki terus sampai terlihat dinding tembok dengan pintu kayu yang tertulis secara jelas Villa Anggrek.
Motor langsung diparkir disamping Front Office dan mendaftar, dan langsung dapat ruangan C untuk berempat, didalam ruangan terdapat dua tempat tidur dan ruang makan, ruang duduk dan beranda depan, cukup lengkap untuk satu keluarga.
Hari masih cukup pagi, 09.50. setelah Yasin berjalan-jalan melihat kondisi kamar yang cukup mewah, ia minta mandi kekolam renang, sambil bembawa handuk mulai menuruni anak tangga menuju kolam renang di depan front ofice bawah.
Yasin minta main tenis meja dan mulai tak tok main tenis meja sambil menggu berkumpulnya para untdagan untuk makan siang.
Setelah agak siang tiba waktunya untuk makan siang, Sayur lodeh panas, sepotong ayam di bumbu pedas, sayuran dan lalapan dan ikan asin kering tipis kerupuk, saat makan dengan Yasin terdengar adzan Dhuluhr


Jam 13.00 acara pelatihan dimulai .


Sore hari saat jam 17.00, berlari disepanjang jalan Cisarua menuju Pasar jauh sore yang dingin dengan banyak orang dijalan semuanya menunggu saat shalat Maghrib. Berlari terus mendaki jikalau lurus terus ya ke Puncak Cianjur dan Bandung.

Langit semakin gelap putus kan balik menuruni jalanan dan banyak sakali ojek yang menawarkan kendaraan, tetapi saya kan berlari olah raga, ia hanya tersenyum saja.

Ternyata banyak sekali kegiatan yang dilakukan di hotel- hotel di Cisarua yang semuanya adalah kegiatan pemerintah, ada kegiatan Departemen Agama dengan para penghafal Al Quran, dan kegiatan lainnya.

Setibanya di penginapan langsung mandi air panas dan shalat Maghrib, udara puncak di waktu malam belum terlalu dingin.

Acara makan malam dilanjutkan dengan acara pelatihan hingga tengah malam.

Yasin hanya di ruangan kamarnya saja nontoh film-film televisi kabel.

Tiada ulasan: