Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Ogos 31, 2006

Tiket Adam airline ke Bengkulu

Kamis,24 Agustus 2006



Pagi diawali dengan sahur bertiga, saya, istri dan Tyas, masih tersisa waktu saya mencoba mencari data di kompas perihal kearifan masyarakat tradisional pada pemeliharaan air.
Di kantor dilanjutkan dengan pencarian data tahun 2000 dan 2004, ternyata server ngak melacak.

Jam 10.00 terima telepon dari travel perihal perjalanan ke Bengkulu, dan disuruh memilih tiket diantar atau diambil sendiri, saya menyetujui untuk diambil sendiri sambil jalan pulang nanti jam 14.00 siang.

Memberitahukan ke Pak Abdullah, karyawan kantor yang satu ruangan dengan saya, bahwa saya besok jadi berangkat ke Bengkulu atas sponsor BPSPAM, untuk 2 tugas, yaitu tugas BPSPAM untuk melihat PDAM Bengkulu yang statusnya sakit, dan tugas penulisan sendiri perihal perdesaan ber basiskan kehutanan.
Jam 13.30 komputer kantor dimatikan untuk memberitahukan bahwa sebentar lagi akan pulang.
Jam 14.00 meninggalkan kantor menuju travel untuk mengambil tiket ke Bengkulu.
Setibanya di depan Plaza PP di Pasar Rebo, motor diparkir di pinggir jalan dengan mengunci roda depan, searah dengan jalan pulang, saya berjalan kaki menyebrang jalan memasuki halaman Plaza PP.
Sewaktu saya memasuki halaman Plaza PP pikiran saya teringat pada Tender BRKP beberapa bulan yang lalu, bahwa PP adalah menjadi pemenangnya. Saya kurang simpati dengan sikap PP sebab ia terbukti melakukan Post Bidding, dengan menambah sesuatu yang kurang yang bisa menggugurkan perusahaan. Sampai sekarang jikalau ada undangan dari BRKP saya sudah tidak mengikuti lagi.

Travel itu terletak dilantai II saya menaiki tangga di Lobby dan langsung menuju travel yang dimaksud, saya berdiri didepan para pegawai travel, saya mengatakan jikalau selama ini saya berkomunikasi hanya lewat telepon dan sekarang berhadapan muka.

Salah seorang pegawai Travel menebak, pak Siswoyo ya, saya mengangguk, kemudian saya langsung mengambil kursi untuk membuka tas dan menyerahkan uang tiket sebesar 270 000 rupiah.

Keluar dari Travel dan berjalan ke Bank Mandiri, saat itu jam menunjukan 15.15 dan dipintu masuk tertulis TUTUP, berarti ya Tutup. Tetapi saya melihat dibalik kaca banyak sekali pegawai yang memang terlihat akan mengakhiri tugasnya, saya masuk dan menanyakan apakah bisa untuk nge print tabungan, bisa katanya dan langsung di print kan.

Ada pemasukan dari pak Marzuki Usman sebesar 500 000 ribu untuk membantu biaya rumah sakit. Setelah itu saya kirim sms ke pak Marzuki untuk ucap terima kasih atas perhatiannya pada anak-anak.

Mencari tempat shalat Ashar.

Sudah masuk waktu Ashar pikirku, tetapi adzan belum dikumandangkan. Masjid terletak di kompleks parkir belakang, menuju masjid dengan melewati pintu penghubung dari lobby ke belakang dekat ruang tangga, dibelakang ternyata banyak sekali kegiatan yang ada, ada supermarket segala.

Setelah saya melepas sepatu untuk mengambil air wudhu, saya memperhatikan bahwa untuk wudhu ada pengaturan arus manusia yang lewat, saya mencoba membuktikan apakah benar arus itu diatur, saya melihat kearah arah kedatangan dan menengok kedalam betul juga terlihat berbaris orang mengambil wudhu, berarti jikalau saya memaksakan diri memasuki ruang wudhu dengan memotong arus , akan menobrok barisan orang yang wudhu.

Saya mengikuti arus kedatangan, dan memasuki orinoar setelah itu memasuki genangan air untuk membilas suci awal, sebelum memasuki ruang wudhu.

Shalat Ashar di masjid PP

Masuk rumah jam 16.40

Yasin sudah mulai sehat sedikit.

Tiada ulasan: