Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Januari 17, 2008

ke Bengkel lagi

Rabu. 21 November 2007.

Ke bengkel yang semalam membongkar karburator yang kemasukan air. Sekarang mengganti boster roda belakang, di as roda belakang terdapat empat boster, boster ini bermasalah kemaren seewaktu menggonceng istri ke Bank BNI 46 Cileungsi, tiba-tiba dari roda belakang terasa ada hentakan besi, yang menandakan gir belakang goyang, ternyata setelah dibuka gir belakang, pemegang gir itu, bosternya sudah berlobang lebar, besi di tengah bostre itu dengan gampang diambil tangan, artinya roda belakang sudah tidak ada yang memegang kuat.

Si tukang bengkel yang orang Medan Sibolga itu berceritra jikalau di kampungnya itu kalau menangani masalah seperti ini cukup diakali dengan mengambil beberapa potong karet ban luar sepeda motor bekas, ban itu di sisit dengan pisau tajam dan dibentuk mengitari besi boster, dan sewaktu memasangnya di pukul dengan palu kerena sempitnya, harus sempit sebab untuk memegang roda yang berputar.

Saya tahu, tidak semua tukang bengkel mempunyai ke ahlian seperti ini, sehingga saya sangat beruntung mendapat tukang bengkel seperti ini.

Masuk kantor jam 11.00 siang dan ditanya teman- teman perihal motor yang jadi kendalanya.

Sore hari mulai merumuskan final Sayembara Logo BEI Bursa Efek Indonesia

Dan malam setelah shalat Maghrib mulai pengiriman, semua di format dalam PDF program, sebab di lembar PDF file gambar bisa kecil.

Pulang jam 20.30 dari kantor.

Masuk rumah sekitar jam 22.00


Kamis. 22 November 2007.

Berangkat kekantor dengan berbekal mengkudu, tadi pagi sehabis shubuh, saya dengan Fifi memetik buah mengkudu dari pohonnya, untuk pak Abdullah pa, kata Fifi sambil mengambil buah yang berjatuhan di halaman, tetapi sejurus kemudian Fifi meninggalkan saya sendirian sebab ia berpindah mengambil sapu lidi dan ingin mencoba menyapu halaman.

Mampir di Bengkel sepeda Motor di jalan Kelapa dua wetan dekat Perguruan Tinggi Iprija, ganti gir depan dengan ganti kopling yang baik dengan ganti olie Rp 130 000,-

Motor dikerjain dan saya menunggu sambil memperhatikan orang- orang yang sekitar bengkel, dan buruh toko- toko disekitarnya.

Ada pelanggan bengkel motor datang, seorang bapak dengan suara sesak ia berceritra permasalahan motornya, kemudian dibuka dan terlihat di kopling banyak galur- galur yang harusnya tidak ada, mangkoan kopling harus diganti, harga Rp 100 000,-
Soal uang mungkin bapak itu tidak keberatan, sehingga tetap dikerjakan oleh bengkel. Tiba-tiba bapak itu memesan minuman tiga gelas, minuman kuku bima Ginseng, satu untuk dia minum sendiri dan dua untuk pegawai bengkel, yang saya kagumi adalah hal seperti itu belum pernah saya lakukan.

Tempat ini, pernah saya lewati malam- malam, sekitar beberapa hari yang lalu, kehidupan malam sekitar bengkel sangat terasa, banyak anak muda yang berkeliaran.

Pagi ini si tukang bengkel yang mengerjakan motor saya berceritra, jikalau disini sangat rawan kejahatan, baru beberapa hari yang lalu ada pelanggan makan di warung pinggir jalan, penjual pecel lele, pelanggan baru masuk dalam tenda beberapa menit, motornya langsung hilang dibawa maling.

Pemikiran saya bagaimana nggak rawan, sebab disamping bengkel, sekitar 10 meter sebelah kanan, terdapat cave kehidupan malam dengan goyangan dangdut, yang mengundang banyak manusia muda usia, dan diantara sekian banyak manusia pasti ada yang terdesak keuangan, dan jalan pintasnya ya membobol toko atau mencuri sepeda motor.

Saya langsung menyadari jikalau apa yang di inginkan sekejap itu, selalu membutuhkan pengorbanan yang banyak, bagaimana kalau ia ketahuan mencuri, apa ngak mati ia dipukulin orang banyak, hanya sekedar untuk memenuhi keinginan sekejap.

Apalagi apa yang saya lihat pagi hari ini, banyak anak- anak muda yang bekerja sebagai karyawan di toko-toko di samping bengkel, yang datang ke toko dengan muka pucat kehijauan, yang menandakan betapa apa yang dikerjakan semalam.

Di sisi jalan sebelah kanan, berjalan seorang nona muda, dengan wajah yang basah, badan penuh, selalu berusaha mengenal pada suara teriakan dari balik tirai toko, saya sendiri mendengar suara itu tetapi ngak jelas apakah suara itu memanggil atau berteriak.

Dan si nona yang berjalan itu berusaha ingin tahu, apakah suara itu memanggil dirinya atau orang lain, kerena saya juga berdiri disisi jalan depan bengkel, dia merasa malu dan tetap berjalan.

Tidak terasa semua berjalan lancar dan motor sudah siap dipakai, hanya ada sedikit problem, sewaktu motor saya naiki, si tukang bengkel tidak memberitahu jikalau katup bensin masih tertutup, sehingga sewaktu motor saya naik untuk sejarak 100 meter, motor mati.

Saya putus asah setelah menstarter bolak balik.

Motor saya dorong balik ke bengkel, sambil melewati beberapa bengkel yang lain. Dan sesampainya di bengkel yang mereperasi, ia tahu masalahnya adalah tidak ada bensin yang mengalir sehingga ia minta maaf untuk itu.

Kekantor, motor sudah agak enak dikemudikan dengan kecepatan cukup plus.

Dikantor, saat usai mengerjakan shalat Dhuhur, sempat memberi tausiah perihal men jamak shalat, diijinkan menjamak shalat Dhuhur ke Ashar atau Ashar ke Dhuhur, dan juga maghrib ke Isya atau Isya ke Maghrib, tetapi semua harus diukur dengan meningkatkan rasa takwa.


Saat buka puasa tiba, saat untuk minum jus sayur yang dibawa dari rumah, dikantor hingga selesai shalat Isya berjamaah.

Kantor sengaja membelikan makan malam, dan saya minta mie ayam dengan harapan bisa dinawa pulang, sebab tadi sore Fifi memesan untuk dibawain oleh- oleh nanti kalau pulang. Kalau Fifi yang minta pasti di tunggu.
Sewaktu dari pembicaraan telepon dengan Fifi saya beritahu jikalau oleh- olehnya nanti berupa Mie Ayam, ia setuju saja.

Tetapi sesampainya saya di rumah jam 22.00 Fifi dan Yasin sudah tidur.

Tiada ulasan: