Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Januari 17, 2008

Pulang dari Jepara

Selasa, 4 Desember 2007.

Pagi jam 03.30 terbangun untuk mengerjakan shalat tahajud.
diluar masih hujan, sedang acara TV siaran indovision sedang mempromosikan kebugaran badan dengan berolaraga berat dan ringan dan juga membatasi makanan yang masuk.
Udara sedikit terasa panas, sebab AC mati, saya berusaha menghubungi petugas front office untuk memberitahukan agar AC nya di hidupkan.

Sewaktu saya sedang melaksanakan shalat Tahajud, saya mengetahui jikalau pintu di buka dan masuk lah petugas, shalat tidak saya batalkan, saya serahkan pada mereka untuk sekedar menghidupkan AC yang mati, dan ia pun melakukan tugasnya setelah itu keluar ruangan dan menutup pintunya kembali.

Waktu shubuh pun datang, hujan masih turun, secepatnya melaksanakan shalat shubuh, dan keluar dari kamar menuju front office untuk minta air, ternyata air juga ngak ada. Terpaksa menahan haus.

Jam 06.15 saatnya shalat dlhuha di ruang hotel, diluar hujan masih turun gerimis.

Jam 06.30 acara sarapan dimulai, awalnya saya minum kopi terlebih dahulu di susul dengan roti tiga lapis yang di isi lapis keju dan lapis strobery, setelah itu habis langsung mendekati soto ayam, setelah itu makan nasi goreng lengkap setelah itu makan mie lengkap dan ditutup dengan minum jus buah blewah dan keluar.
Kemudian mulai berkemas keerna tahu sebentar lagi akan dijemput oleh Pak Narji kabag pengairan di PU Jepara

Jam 09.00 sudah diruang Bupati Jepara. Bapak Bupati sedang memimpin rapat, saya duduk berdua dengan pak Narji, strateginya pak Narji untuk menghadang pak Bupati adalah duduk di dekat saat pak Bupati keluar ruangan, saat menunggu itu memperhatikan ruangan kantor bupati Jepara yang penuh dengan ukir-ukiran kayu, hanya saja ukiran disini didudukan sebagai pelengkap, bukan dalam kedudukan utama pengaturan ruangan.

Tiba- tiba pintu besar itu terbuka dan banyak para staff kantor Bupati Jepara keluar ruangan Bapak Bupati menyusul dibelakang saat itu pak Narji mengajak saya berdiri menghampiri bapak Bupati, saat salaman saya mengingatkan peristiwa seminar pariwisata tahun 2002 5 tahun yang lalu, bapak bupati cepat ingat dan salaman.

Komentar dari bapak Bupati terhadap evaluasi pembangunan Krib adalah akan disusulkan dalam rencana pembangunan tahun ini ( 2008 ) pekerjaan pembuatan lanjutan krib.

Setelah keluar dari kantor Bupati saya langsung diantar ke Hotel Kalingga untuk mempersiapkan keberangkatan ke Jakarta.

Setelah menutup biaya hotel langsung keluar dan diantar dengan pak Narji hingga di ujung kota Jepara untuk menyetop kendaraan yang akan berangkat ke Semarang.


Oleh-Oleh Semarang.

Sengaja masuk kota Semarang menjelang dzhuhur
Sewaktu bus kota melewati pasar Johar
Saya turun untuk mulai menuju masjid Jami Semarang.
Masjid itu termasuk masjid kuno
Terlihat dari kayu dan kontruksinya
Masjid itu sangat akrab dengan pedagang pasar Johar yang banyak
Masjid itu seperti penjaga pasar layaknya
Mengingatkan para pedagang untuk selalu ingat shalatnya
Sehingga tercatat dalam sejarah
Sejak dibangun hingga sekarang usia lebih dari 100 tahun
Tidak pernah terbakar
Tidak pernah terdengar ribut- ribut di pasar
Seperti pasar yang lain
Yang sering terbakar.
Setelah selesai shalat Dzhuhur di masjid langsung berjalan menuju pasar
Dan didalam pasar mulai mencari dimana makanan kesenangan Yasin
Yasin sangat senang Lumpia Semarang
Yang tengahnya ada isi rebung bambunya
Pasar itu sangat luas
Sehingga sewaktu bertanya dimana bagian penjaga makanan kue yang siap makan
Saya di tunjukan harus melewati beberapa blok lagi
Ada yang spesifik dipasar ini adalah
Peran para penganggkat barang bawaan pembeli
Namanya mbok bakul
Ia siap membawa barang seberapa beratnya juga
Tetapi saya tidak memanfaatkan jasa mereka
Sebab barang yang di bawa juga tidak banyak
Oleh-oleh yang terpilih adalah lumpiah semaran yang tidak asli
Kemudian keripik belinjo mentah seberat 3 kg
Kemudian tahu pong yang terisi macam- macam sebanyak 60 butir

Keluar dari pasar dengan bawaan yang cukup menggembirakan anak
Melintas kepadatan lalu lintas dengan berjalan
Berjalan cukup jauh dengan bawaan yang cukup berat
Akhirnya sampai di supermarket
Bawaan saya titipkan pada pedagang rokok depan supermarket
Kemudian saya masuk supermarket untuk membeli
Roti tawar, minuman ber vitamin C, buah tomat, Aqua besar.

Naik bus menuju bunderan Kalimati yang merupakan cabang masuk jalan
Menuju Bandara Udara
Bus penuh sehingga saya harus berdiri
Banyak juga penumpang yang naik
Bus berjalan tak mengenal banyaknya penumpang yang naik
Barjalan terus sampai melewati hotel Siliwangi
Dimana 5 tahun yang lalu saya pernah tinggal sehari disana

Sepanjang hari ini kota Semarang agak mendung merapat, tetapi belum turun hujan, sehingga teriknya matahari tidak terasa.
Saya berjalan menuju bandara Ahmad Yani
Dengan menenteng oleh-oleh untuk anak ditangan kiri dan ditangan kanan tas pakaian untuk nginap semalam
Disisi sebelah kiri jalan menuju bandara terlihat ada pekerjaan konstruksi
Yang dikalim sebagai pekerjaan Angkatan Darat
Ternyata membangun sekolah penerbangan Angkatan Darat

Dikejauhan terdengar suara gemuruh kereta yang akan melintas
Saat itu jam 14.00 siang
Terlihat kereta bisnis melintas. Tetapi saya ngak tahu
Ada kemungkinan kereta bisnis yang lewat sesiang ini adalah kereta Tawang
Yang menghubungkan Jakarta dengan Semarang

Saat memasuki ujung halaman Bandara Udara
Hanya beberapa meter setelah melewati rel kereta api Jakarta Surabaya
Saya bertutur sapa dengan pedagang nasi yang baru keluar dari Bandara
Ia berjualan sejak pagi
Sehingga siang ini jualannya semestinya telah habis
Dan dia menyapa dengan saya
Jualan apa pak Hajiiiiiiiiii
Saya menjawab
Oleh- oleh

Kemudian saya disapa lagi dengan pengojek di ujung jalan
Memangnya ngak ada ojeg di ujung jalan sana pak haji
Ada sih saya hanya olah raga saja
Toh jalan itu tidak terlalu jauh hanya 700 meter dari bandara untuk mencari jalan umum yang dilewati banyak kendaraan termasuk bus.

Sewaktu memasuki ruangan pemeriksaan bawaan penumpang
Saya bersamaan dengan penumpang pesawat Garuda
Mereka bergegas sebab pesawat sudah mendarat
Bandara ini termasuk sibuk juga
Bandara yang menghubungkan secara singkat kepentingan bisnis
Di dua tempat yaitu Jakarta dan Semarang
Sewaktu saya sudah didepan meja penerbangan Adam Air
Meja itu belum buka
Terlihat kosong
Para anak buah Adam Air terlihat istirahat dengan bercanda
Di ingatkan meja pendaftaran penerbangan akan dibuka jam 16.00 sore nanti.
Saya masuk ke ruangan tunggu
Walau belum membeli airport tax
Sebab belum chek in
Sasaran pertama adalah mencari air untuk cuci tangan dan duduk dengan baik dan mulai makan roti tawar yang dibeli tadi di Semarang kota dan kua yang dibawa dari rumah kemarennya.

Sewaktu saya menelpon ke rumah di Jakarta ternyata yang menerima telepon adalah Yasin
Yasin memberitahukan jikalau ibunya sedang mengikuti pertemuan di Kepala Desa Gandoang
Dalam rangka persiapan pemilihan Kepala Desa Gandoang
Waktu shalat ashar pun tiba
Musholah kecil didalam ruangan tunggu bandara Ahmad Yani ini cukup bersih
Sehingga mengerjakan shalat sangat enak
Setelah itu kembali makan makanan yang dibawa tadi berupa roti tawar
Saat jam mendekati jam 16.00
Saya mulai mendekati meja chek in peasawat
Sewaktu tiket saya di daftar di ingatkan jikalau
Penerbangan ke jakarta nanti sore terlambat
Sebab saat ini pesawat masih di Bengkulu.

Shalat Maghrib pun di kerjakan di Bandara
Banyak juga makmunnya
Dan penumpang pesawat yang lain sudah menghilang
Dan diganti dengan penumpang pesawat yang lain
Banyak penumpang yang habis menghadiri pertemuan nasional partai Demokratis yang menyungsung pak Presiden
Saat ini terlihat pihak manajemen penerbangan membagikan mie dalam mangkok
Saya mengambil mie hangat tersebut dan makannya bersama potongan roti tawar

Pesawat akhirnya juga terbang juga
Saat itu jam menunjukan jam 22.30
Penerbangan Semarang ke Jakarta hanya 40 menit.
Jakarta diwaktu malam terlihat sangat bertaburan dengan cahaya
Sewaktu menunggu bus Bandara menuju Kampung Rambutan
Para penumpang sudah banyak di bawah
Untungnya banyak penumpang yang menaiki bus yang lain
Sehingga sewaktu bus bandara menuju kampung Rambutan itu datang
Sedikit penumpang yang naik
Hanya saja diatas bus sudah banyak penumpang

Memasuki rumah pak Marsudi
Waktu sudah larut
Perkiraan pak Marsudi bahwa saya tidak dapat tiket pulang
Sewaktu saya menuju pulang dari kampung rambutan ke Gandoang
Sebagian kota Jakarta sudah sunyi
Memasuki rumah sekitar jam 23.30 malam.

Tiada ulasan: