Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Khamis, Januari 24, 2008

Pemberangkatan Tyas ke Denpasar

Selasa, 01 Januari 2008.


Pagi hari mulai persiapan pemberangkatan Tyas
Yang di pak trelebih dahulu adalah rice koker mini
Kemudian buku dan pakain dan desferalnya Tyas

Jam 08.00 anak- anak sudah mandi semua
Jam 10.30 mobilnya pak RT Suparman datang menjemput
Yang megang stir adalah pak Kahar
Dan anaknya Rani ikut juga
Saya naik dengan Yasin Tyas Ibunya dan Fifi
Kemudian mobil menjemput pak Parman
Disini pak Parman naik berempat istri dan dua anaknya
Kemudian berjalan di iringi derasnya air hujan menuju kampung rambutan
Sesampainya diKampung Rambutan hujan berhenti dan kering
Sewaktu mengantar Tyas menaiki bus Damri Bandara
Aspal yang di injak terlihat kering
Tyas disertai Fifi dengan Ibunya
Berangkat ke Bandara
Sedangkan saya dan Yasin ikut mobil pak Parman menjemput ibunda istri pak Parman di Cibinong.
Sesampainya di Cibinong sekitar jam 12.30
Disiapkan makan siang dengan hidangan sayur nangka bergulai daging sapi
Dengan gorengan tempe tahu
Lombok hijau ditebarkan
Enak sekali
Terlihat Yasin sangat lahap
Kemudian berusaha mencari masjid untuk mengerjakan shalat Dzhuhur
Setelah itu mulai menunggu persiapan berangkat ke Purwakarta
Persiapan ini sangat lama
Sebab saya sempat tertidur di kursi
Demikian juga pak Parman
Tertidur di kursi
Jam 14.45 persiapan erangkat mulai matang
Disini yang naik mobil suzuki carry 100 cc ini bertambah
Nenak, pak A dengan dua anaknya, pak B dengan anaknya
Total didalam kendaraan berisi 14 jiwa

Menuju Kampung Rambutan
Dari Cibinong hanya ditempuh 10 menit
Kemudian me;lintas di tol Cikunir untuk mencapai Bekasi Barat
Dan dari sini memasuki tol Cikampek
Perjalanan sangat lancar dan saat pintu dibuka di Purwakarta di depan indekosannya pak A
Jam menunjukan 16.00.

Kemudian saya berusaha mencari tempat shalat
Saya bertanya pada anak – anak yang bermain disekitar jalanan
Dimana musholah terdekat
Ia menunjukan pada gang yang dilewati tadi
Untuk berbelok kekanan dan menuruni jalan yang menurun
Dikiri kanannya perumahan tertata baik
Dengan gaya arsitektur yang bagus walau tidak kini
Masjid atau mushholah yang dituju sangat bersih
Dan cukup mungilnya
Hanya saja sewaktu akan berwudhu airnya harus di stroomkan dahulu
Saya shalat ashar berjamaah dengan adik kandungnya ibu Parman
Saat ini Yasin tidak mau ikut bersama saya sjalat bersama
Sewaktu saya kembali ke tempat indekosan pak A
Yasin ternyata belum shalat juga
Apa lagi yang di tunggu Yasin.

Perjalanan berikutnya adalah silaturahmi ke rumahnya pak Joko
Kedudukannya dalam keluarga pak Parman saya ngak tahu
Yang penting ikut aja kesana
Dan sesampainya di sana
Masih di kota Purwakarta juga
Sudah disambut dengan banyak makanan
Kemudian mohon diri sebab hari akan menjelang mahgrib
Saat keluar dari kompleks perumahan itu
Terdengar sesayup sayup adzan maghrib
Mobil diarahkan kejalan besar sambil mencari tahu dimana masjid berada
Masjid itu ada di sisi kanan jalan
Namanya masjid Maghfiro
Sehingga harus menyebrang jalan
Dengan banyak anak dan seorang nenek
Dan empat orang bapak
Setelah shalat maghrib
Perjalanan ke Dawuhan Pilar Kalijati Subang di mulai
Untuk menuju rumahnya Suharto
Adik kandung pak Parman si ketua RT ini
Perjalanan ini sangat lama dirasa
Sampai bertanya berkali- kali
Takut kelewatan jalan
Akhirnya didapat juga
Masuk rumahnya Suharto di Dawuhan Pilar jam 20.00
Disana sudah disediakan makanan malam
Dengan hidangan bebek di semur
Dan sambal hijau dan daun singkong direbus lunak
Makanan ini sangat laris
Untuk tidak beberapa lama habis dimakan ber 19 orang





Kapayahan yang menggelisahkan.




masih didalam kendaraannya pak Parman
saat ini melintas dari Kalijati Subang untuk menuju pulang
jam menunjukan jam 21.15
saat tangan Tomy yang mulai membesar yang sekarang duduk dikelas dua SMP
yang sedang menggendong adiknya dan dibelakang ada juga ibunya
melambaikan mengantarkan keberangkatan bapaknya Suharto yang akan ikut ke jakarta
gelapnya malam tak lagi menyisahkan sesuatu
Kalijati dilewati dengan berdiri rapatnya pepohonan menghutan
sepertinya barisan pohon karet
perjalanan malam dengan kendaraan kecilnya pak Parman dan berisi 15 orang
sangat sedikit menegangkan
suara anak- anak yang ikut dalam perjalanan ini sudah hilang kerena ngantuknya
kendaraan kecil berpenumpang banyak itu adalah suzuki carry 1000 cc
yang mengemudikan adalah pak Kahar
saya berbagi duduk didepan dengan Yasin
bersempitan
sebab dibelakang di jok tengah diisi dengan lima jiwa
dan ditempat duduk belakang di isi 7 jiwa
bagaimana cara mengatur duduk
yang jelas saya merasakan bahwa perjalanan ini sangat menyiksa
disebabkan saya duduk didepan saya berusaha menemani berbicara pak Kahar
yang mengemudikan kendaraan ini
juga berguna untuk menghilangkan kepayahan dalam mengemudikan sejak tadi pagi
saya berkali- kali
mengintip ke Handphone
siapa tahu ada berita dari Tyas
apakah ia sudah sampai di Denpasar atau belum
tetapi hal ini tidak ada
ada getar yang menandakan HP saya ada yang menghubungi
setelah saya baca nomer dari rumah
berarti ibunya telah ada di rumah

saat kendaraan ini berhenti sebab lampu merah lagi menyala
saat itu pula menyadarkan saya bahwa ini adalah kota Purwakarta
yang telah tidur saat jam 22.00
lampu supermarket Ramayana yang tadi sore di lewati bersinar semarak
sekarang telah dipadamkan
dan saat yang sama salah seorang peserta perjalanan
yang indekost kerena pekerjaannya di Purwakarta
turun
dan dua anaknya yang ada di kendaraan telah ngantuk
ia digendong oleh paman-pamannya dan Budenya juga dan bisa jadi saudara misannya juga
anak- anak itu ceritranya akan mengantar ayahnya yang berpisah tinggal di Purwakarta kerena pekerjaannya
sedangkan anak-anak dan ibunya dan neneknya tinggal di Cibinong Bogor

babak berikutnya
adalah suzuki cary 1000 cc berpenumpang 14 jiwa itu memasuki jalan tol
menuju Jakarta
situasinya sangat mencekam
sebab kendaraan berkecepatan tinggi lewat sebelah kanan dan kiri kendaraan yang saya naiki
tiba- tiba saja kemacetan terjadi
ternyata diujung jauh di sana
setelah ujung kemacetan itu di lewati
terdapat kendaraan yang menabrak pantat kendaraan didepannya
perjalanan ini samgat tidak membahagiakan
terbayang jikalau terjadi kecelakaan
paling parah jikalau di tobrok dari belakang
berapa orang didalam kendaraan ini yang jadi korban
agar korban tidak terjadi
secepatnya mengangkat tangan mohon pada Allah
jalan keluar
tiba-tiba sisi kiri jalan tol tertulis keluar Cikarang
saya anjurkan pak Kahar untuk ikuti jalan itu
keluar di kota Cikarang kemudian menuju Cibarusa
walau jalanan sediit jelek tetapi tidak ada lagi di posisi di jalan tol
sekarang berkendaraan sendiri di tengah malam
sebab jalan Cibarusa yang sepi dan lebar itu
sangat sunyi
jalanan rusak sudah sama di maklumi
tiba- tiba pertigaan Jonggol sudah didepan mata
dan belok kanan
kemudian kendaraan sudah ada di Gandoang
berhenti sebentar untuk membeli nasi goreng
nasi goreng di bawa pulang dalam keadaan terbungkus panas
dan perjalanan berikutnya adalah menuju rumah
masuk rumah jam 23.30
sebelum tidur makan nasi goreng dahulu dengan Yasin
setelah itu tidur malam.

Tiada ulasan: