Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, September 08, 2009

Mencari Tiket Pesawat rute Surabaya - Jakarta.

Sabtu, 9 Mei 2009.

Anak- anak mau ikut sewaktu saya umumkan bapak akan mencari tiket untuk perjalanan dari Surabaya ke Jakarta hari Kamis tanggal 14 Mei besok, akhirnya yang ikut Yasin, Astari dan Fifi, bermotor dengan perlahan- lahan akhirnya pagi ini baru disadari jikalau hari ini adalah hari libur, untungnya disaat sudah balik kanan untuk tidak jadi membeli tiket terlihat ada perwakilan Sriwijaya airline yang buka, dan langsung masuk, ternyata yang melayani adalah pegawai baru yang sedang belajar bagaimana meng isued tiket, untungnya lagi ia sering bertanya dengan seniornya melalui Hp mengenai sesuatu nilai yang harus di bubuhkan pada kolom tiket.

Tiket untuk pulang sudah ditangan.

Perjalanan berikutnya dengan anak- anak adalah membeli baju di Matahari supermarket, memang ada korting tetapi setelah lama dicari untuk Fifi ada baju yang di korting 30 % sehingga harganya menjadi Rp 57 800, dan ada kaos untuk Yasin agak tebal di korting 20 % sehingga harganya Rp 65 000,-

Tidak banyak yang dibelanjakan hanya sekedar bagaimana mengajak anak- anak untuk keluar dari suasana rutin dirumah, belanja susunya Fifi dan Yasin selalu ngak bisa di abaikan, dan anak- anak meminta ikan basah terdiri dari ikan patin ½ kg, ikan samge, ikan gurita, bakso mie 8 bungkus dari empat judul merek berbeda, sementara itu disekitar terlihat disini bahwa orang yang belanja adalah semakin hari semakin banyak saja.

Shalat dlhuhur di lantai basement, Fifinya yang masih duduk diatas keranjang menjaga barang- barang yang dibeli sementara Astari dan Yasin shalat.

Dari lantai terlihat basah berarti diluar hujan deras, ada keuntungan disini adalah selama hujan deras saya dan anak- anak ada di dalam bangunan Hypermart.

Tidak ada kesenian yang bisa dibangun dari kehidupan yang mengejar waktu dan melepas lelah di pusat perdagangan, sebab seseorang hanya disuguhi bagaimana memiliki barang dan tidak memiliki, kalau tidak beli tidak memiliki, tidak memiliki bukan berarti ia kecewa tidak memiliki, tetapi barang itu tidak bermanfaat sehingga tidak dibeli, bagi mereka bermanfaat, memang bermanfaat, tetapi kerena nilai uang yang ditangan harus dibelanjakan secara tepat sasaran maka tidak memiliki juga tidak menimbulkan kekecewaan.

Terkadang bangunan bangunan bersejarah yang dibangun dengan nilai uang banyak, hanya berfungsi sebagai saksi bahwa peradaban telah pernah hinggap disana, pelajarilah, dan carilah kandungannya, dan arahkan untuk bertakwa kepada Allah SWT.

Dalam situasi sedemikian, tempat rekreasi juga tak beda seperti tempat pelepasan sejumlah uang, bersyukur juga bagi yang ngak punya uang, sebab sempat mengamalkan hadist bahwa siapa yang berfoya- foya ia lebih dekat berteman syetan, lah, disini syetan tidak dijadikan indikator pertemanan.


Saat pulang jalanan licin, hampir terpeleset naik sepeda motor berempat.

Malam hari pasang desferal untuk yasin sebanyak 3 ampul @ 500 mg

Tiada ulasan: