Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Selasa, September 08, 2009

Perjalanan ke Surabaya

Senen, 11 Mei 2009.

Pagi- pagi sudah berlarian mengejar bus, padahal jam masih menunjukan 03.40, saya saja yang kurang memperhatikan, sebab sedari tadi tadi bus yang lewat ternyata bukan bus bandara, tetapi saat bus bandara lewat, ia mematikan lampu, saya pikir bus regional biasa, saya membaca sepintas di dinding bus di kegelapan ujung malam menjelang pagi, bus Damri Bandara, lho kan ini bus yang dikejar- kejar sampai berangkat dari rumah jam 02.10 tadi pagi, dan tiba di rumah pak Marsudi jam 03.30, sehingga saya minta di antar ke ujung jalan baru, setibanya disana menunggu sampai bus yang paling pagi lewat, ternyata tadi ia lewat dan saya mengejar dari belakang, biasanya bus itu tidak memutar di jalan baru, kok pagi ini memutar, sehingga posisi saya berdiri berada di sisi bus kalau bus berjalan lurus.

Bus berhenti, ternyata ada ibu- ibu juga yang naik di pintu depan, sementara saya naik di pintu belakang, langsung duduk dan istirahat sebentar untuk menenangkan badan.

Bus berjalan lancar dan kemacetan ibu kota sepagi ini di depan ” Hana Bank ” pagi itu, 5 menit berhenti, entah apa penyebabnya yang jelas kendaraan di depan tidak jalan, saya pikir ada truk yang kelebihan beban jatuh, ternyata juga ngak ada.

Hanya saja setelah cair kemacetannya, banyak pengemudi yang kurang disiplin untuk bergesa- gesa saling mendahului.

Jalan lancar memasuki Universitas Trisakti Grogol , masuk pintu tol dan keluar di pintu tol bandara lancar.

Bus berbelok kekiri menuju terminal 3 sebab ada penumpang yang turun disana, sementara ini terminal 3 baru dua penerbangan yang memanfaatkannya, yaitu Mandala dan Air asia, setelah menurunkan penumpang di terminal baru itu, dimana bangunannya sangat terbuka dan lebih cenderung ke samaan design nya dengan terminal Hasaanudin Makkasar.

Terminal tiga sudah dilewati dan memasuki terminal Internasional, disini terlihat tempat menunggunya Tyas sewaktu ia turun dari Denpasar dengan pesawat Garuda, saat mana saya datang terlambat untuk mejemputnya untuk dibawa ke emergency RSCM, beberapa minggu yang lalu.

Terminal berikutnya adalah penerbangan Lion air, Batavia, Sriwijaya. Turun dari bus.

Saat akan memasuki pemeriksaan tiket, ternyata tiket saya terselip, padahal sudah saya persiapkan sejak dari rumah, dan mencarinya diperlukan waktu sekitar 3 menit dan harus membongkar sarung sajadah dan pakaian lainnya, akhirnya tiket diketemukan.

Untuk keberangkatan pagi ini boardingnya di pintu B02 bersamaan dengan penerbangan ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Ada pengumuman jikalau Musholah dan Kamar kecil di perbaiki, mengingat jam keberangkatan masih jauh saya shalat di ruang tunggu B03 di sebelahnya, untuk itu harus berjalan memutar.

Tempat shalat yang kecil dan khusuk ini sudah terlalu sering menemani saya kalau akan terbang di pagi hari, terkadang sangat rindu untuk shalat di musholah yang kecil ini kalau sudah lama nggak terbang.

Ruang tunggu B02 jam 05.14, mengambil tempat duduk paling belakang untuk mulai sarapan dengan donat yang dibuat dari rumah, sengaja ibunya memberikan dua bungkus, satu dimakan sekarang dan yang satu dimakan entah dimana nantinya.

Donat itu sangat sederhana membuatnya, jauh dari donat- donat yang ada di Kafe-kafe. Dan tidak ada toping- topingan, yang jelas tepung bisa di makan mau di goreng atau di masak, kalau donat yang digoreng tanpa gula, sehingga terasa legitnya dan ada aroma gist nya.

Setelah sarapan, mulai membuka Al – Quran kecil miliknya Aswan.

Jam 06.10 sejawat kantor berdatangan, memang perjalanan kali ini ke Surabaya, kantor mengirim 10 orang, yang sudah terbang dan sampai di Surabaya 4 orang, dan pagi ini yang datang Pak Ahyat, pak Himawan, Nona Diana, Pak Heston.

Jam 06,25 Nona Oni datang ikut meramaikan disudut belakang ruang tunggu B02.

Jam 07.15 sudah dipanggil untuk memasuki pesawat. Penumpangnya banyak, pesawatnya Batavia airlines.

Penerbangan kali ini saya merasa sangat beruntung sebab udara cerah dan pesawat setelah lepas landas mulai menjelajah udara kota Tangerang, kemudian menuju kekiri dan melewati Jakarta, Slipi dibawa terlihat dan sebelumnya menjulang Flat tinggi Tomang Tol, dan terlihat gedung DPR, terus maju melewati Easuna Sahid, kemudian Taman Makam Opahlawan Kalibata, dan terus ke timur dan terlihat di kejauhan bukit Cibinong yang sudah dirambah batu kapurnya untuk dijadikan semen Holcim.

Gunung Slamet terlihat masih aktif, dan Kota Semarang pun sudah dilewati, sampai Bojonegoro dengan ditandai sungai Bengawan Solo.

Saat pesawat mengumumkan akan mendarat, terlihat dikejauhan suatu dataran putih dengan asap membumung di tengahnya, sudah dipastikan itu lumpur Sidoharjo yang masih aktip di usianya yang sudah tiga tahun ini.

Turun dari pesawat di Bandara Juanda yang baru, dan langsung naik taksi menuju kantor di Gayung Kebon Sari, setelah saya di sana berjumpa dengan Ibu Endi yang dahulu pernah berdinas di instansi Kanwil PU Propinsi Irian Jaya di Jayapura dan saya di Dinas PU Propinsi Irian Jaya di Jayapura, kemudian datang rombongan dari Bandara.

Saat akan menunggu acara pembahasan di mulai saya berjalan ke Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Pekerjaan Umum Balai Surabaya, sebab disana sudah duduk pak Endi yang dahulu sama- sama di Jayapura, sekarang menjadi Kepala Pusdiklat PU Surabaya.

Setelah salah masuk bangunan dan bertanya sana sini baru ketemu dengan pak Endi, ia tetap sehat dan kecil, ia baru 3 bulan pindah dari Makkasar.

Ternyata Pak Ukon Kusnaedi yang dahulu menjabat sebagai Kanwil PU Propinsi baru beberapa hari yang lalu sakit jantung dan dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya, dan Pak Endi sempat menjenguknya, sayapun mengajukan diri untuk ikut mnejenguk apabila saya masih berada disini untuk nanti sore atau besok.

Acara pembahasan dimulai, yaitu perihal penelitian Jembatan Gantung di desa di Sukabumi Jawa Barat.

Shalat dlhuhur di masjid di kompleks perkantoran, di wilayahnya pak Endi sebagai Kapusdiklat, saya di ijinkan untuk menjadi Imam shalat.

Makan siang dengan nasi boks, mihun campur jamur, capcay, udang goreng tepung.

Pembahasan berikutnya adalah Jembatan Surabaya Madura.

Shalat Ashar di masjid yang sama, kemudian jam 17.00 semua rombongan yang datang dari Jakarta di pindahkan ke hotel Elmi.

Tiada ulasan: