Terdapat ralat dalam alat ini

selamat berjumpa semoga tidak marah-marah

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

In trying to deceive GOD and those who believe, they only deceive themselves without perceiving


Jumaat, September 11, 2009

Perkawinannya putrinya pak Priono

Minggu, 12 Juli 2009.



Pasar Cileungsi

Pagi masih baru saja merebak, setelah shalat dlhuha berangkat ke pasar bersama istri sasaran yang akan dicari adalah sayuran sebab sayuran sebagai bahan utama pembuatan jus sayur sudah habis.

Pagi ini di pasar Cileungsi termasuk ramai lalu lintasnya, banyak kendaraan yang melintas dan banyaknya pedagang yang berjualan mengambil wilayah jalan.

Istri masih di sibukan dengan mencari buku tulis untuk Yasin, Astari dan Fifi, padahal minggu lalu sudah dibelikan masing- masing satu pak tetapi Astari nya merasa kurang.



Persiapan berangkat Perhelatan Pernikahan di Mandala Wana Bhakti


Dirumah setelah makan banyak di habiskan di komputer untu menemani anak- anak main game flash, game ringan, nyetel lagu dan tidur- tiduran.

Setelah shalat Ashar sore hari kesibukan terasa, mana sepatunya Fifi, baju apa yang dipakai, dan segalanya.

Berangkat naik motor sekitar jam 16.30 berempat, yang turut serta ke kondangan pernikahan pak Priyono adalah Yasin Fifi Istri, sehingga motor harus di pompa sebelum berangkat.

Motor diparkir di depan toko Cemerlang, toko yang sering didatangi kalau pagi sewaktu mengantar istri kepasar, motor ya ditaruh begitu saja di situ.




Kemacetan Cileungsi



Kemacetan sore hari ini sangat luar biasa, mobil yang parkir di kanan jalan, sehingga banyak memacetkan kendaraan.

Banyaknya orang yang keluar dari rumah saya pikir kerena besok adalah hari awal memasuki tahun ajaran baru sekolahan, sehingga banyak orang tua yang mencari kebutuhan buku- buku anaknya.

Naik Angkot 56 tujuan UKI, duduk di depan, saya memangku Yasin dan ibunya memangku Fifi, perjalanan lambat sekali sebab macetnya juga berkepanjang, akan memasuki pintu tol macet antrian sedang di dalam jalan tol sendiri macet sebab banyaknya kendaraan.

Tiba di UKI suasana sudah maghrib, tetapi mobil P6 sudah parkir sehingga semua berlari ke arah mobil dan dapat tempat duduk, hanya saja saya lupa letak gedung kantor Departemen Kehutanan, rasanya tidak di pinggir jalan persis, tetapi masuk lagi berjalan ke kiri dan didepannya ada jalan kereta api.

Ada seorang bapak – bapak yang memberi tahu nanti kalau dekat dengan gedung itu ia akan membantu berteriak akan turun, dan betul juga bus P 6 itu berhenti di ujung jalan masuk ke Kantor Kehutanan.



Shalat Maghrib di Basement gedung parkir Departemen Kehutanan

Jalan berempat di keremangan senjah, pepohonan banyak berjajar di pinggir departemen Kehutanan, merasa waktu mahgrib sudah masuk sejak tadi, sekarang pemikiran bagaimana menemukan musholah untuk mengerjakan shalat, diberi arah oleh anak- muda yang bekerja di lingkungan departemen kehutanan, belok kiri setelah jalan masuk dan menjumpai basement parkir dan didalamnya ada tempat shalat, berempat menuju kesana dan yang di cari adalah ke ridloan Allah SWT setelah mengerjakan shalat mahgrib.

Ganti baju, fifi ganti baju, ibunya memperbaiki penampilan dan Yasin dan saya hanya melapisi dari luar pakaina batik sambil mengganti kopiah penutup kepala.

Berjalan menuju ke tempat perkawinan di bangunan pertemuan instansi Kehutanan, dan sebelumnya sempat menitipkan pakain ganti anak- anak di ruang penjagaan satpam di lobby bangunan menteri Kehutanan.

Ada dua perkawinan, yang terdekat ternyata perkawinan dari keluarga militer, ini di hindari tetapi jalannya memutar dan betul juga di ruang pertemuan berikutnya terdapat keramaian menyambut tamu perkawinan anaknya pak Priyono.


Acara Pernikahan Putrinya pak Priyono

Mendekati ruang pertemuan, berjumpa dengan sesama orang Pekerjaan Umum dari Pengairan, ini menyiratkan jikalau keramaian di depan adalah benar perkawinana putrinya pak Priyono.

Memaski ruangan penuh dengan sambutan sebab baru saja rombongan pengantin memasuki ruangan sementara ujung belakang rombongan masih tertahan dan terlihat dari jauh, sebab proses adat jawa, serah terima acara perkawinan.

Berempat melintas disisi kiri ruangan untuk langsung memasuki bagian dalam ruang pertemuan dan menuggu prosesi perkawinan yang sedang berjalan.
Terlihat pak Priyono di belakang pengantin perempuan dan saat melintas di depan saya sejarak dekat dengan keluarga, pak Priyono bereaksi senyum, berarti ia tahu kedatangan saya. Sebab undangan perkawinan ini hanya melalui SMS Hp.


Setelah acara memberi salam kepada penganten dilanjutkan dengan menikmati hidangan, saya tidak berani makan sesuatu yang menyebabkan penyakit, makanan yang dihindari adalah martabak. Kemudian makanan yang dikudap malam ini adalah beef steak seiris tipis, kemudian melangkah lagi menuju nasi lengkap, kemudian melangkah lagi ke buah nenas, kemudian melihat nasi hainan, kepingin merasakan nikmatnya bebek hainan, rasanya biasa saja empuk sih, tetapi rasa sausnya yang terasa, kemudian menutup dengan mie jawa yang panas.

Sementara Yasin dengan Fifi semangat mengkudap makanan berbagai meja ini.





Shalat Isya di Lobby Departemen Kehutanan

Sajadah itu menghampar di tengah lobby, saat saya keluar dari kamar kecil setelah berturas, langsung mencari sandal pada Satpam yang sedang menyetrerika baju di lobby, kemudian berwudlu dan shalat, Yasin juga ikut shalat, kemudian berjalan keluar menuju jalan raya, kata istri terlalu jauh jalannya, sewaktu tiba di ujung jalan yang di lewati bus besar, kalau berjalan kekanan nanti menyebrangnya akan menaiki tangga penyebranan, dan kalau belok kiri menuju persimpangan Slipi yang menuju ke rumah pak Iskandar Kamil.

Ujung jalan depan dan belakang malam itu sangat sunyi hanya ada saya berempat dengan Fifi, Yasin Istri, sementara kendaraan sangat ramai di sisi kanan.

Istri berjalan agak lambat kerena sepatu hak tinggi yang dikenakan cukup menyakitkan sehingga setelah menyebrang dan mendapat mobil bus besar P 6 menuju UKI langsung istri menaikan kakinya dan tidur.

Setibanya di Cileungsi malam itu semua nya ikut berjalanmenuju motor di parkir di depan toko Cemerlang sendirian, motor dengan tunggalnya berdiri berselimut jiket biru almarhum ayahnda dan di atas lampunya terselip helm yang di tutupkan ke arah lampu depan motor, saya ucapkan salam, sebab saya yakin ada Malaikat yang menjaganya, tidak lama kemudian sudah diatas motor semuanya melintas jalan malam di Cileungsi yang sudah larut, jam menunjukan 22.00 malam.

Masuk rumah ternyata Astari dan Tyas belum tidur.

Tiada ulasan: